Syarat dan Ketentuan

PROGRAM KEMITRAAN / AGEN

Dengan ini, saya sebagai Mitra Baleo memahami dan mengerti sepenuhnya serta dalam keadaan sadar dan tanpa ada paksaan dari pihak manapun, oleh karenanya saya berjanji, sepakat, menyetujui dan menyatakan :

  1. Pada saat mendaftar menjadi Mitra Baleo, saya dalam kondisi "SEHAT JASMANI dan ROHANI".
  2. Bahwa saya bukan karyawan Baleo tetapi saya adalah seorang Mitra Wirausaha yang berdiri sendiri yang sangat mengerti dan memahami kode etik dan Program-program Baleo.
  3. Mengikuti kode etik dan peraturan kemitraan Baleo, serta perubahannya yang dilakukan oleh Baleo.
  4. Melunasi biaya administrasi, dan biaya lainnya sehubungan dengan kegiatan kemitraan yang didebit dari Bonus yang saya terima.
  5. Tidak akan memberikan keterangan, gambaran ataupun pernyataan mengenai program kemitraan selain yang bersumber dari Baleo, saya bersedia mengganti kerugian jika ternyata keterangan ataupun pernyataan saya tidak sesuai dengan penjelasan resmi dari Baleo yang dapat menimbulkan kerugian orang lain atau Baleo.
  6. Bonus/Hadiah promo bonus yang ditetapkan dan diberikan oleh Baleo atas usaha saya dalam menjual paket Baleo adalah berdasarkan Akad Ijarah dan Akad Jualah.
  7. Memberikan kuasa kepada Baleo untuk mencabut hak kemitraan saya bila dikemudian hari saya terbukti mencemarkan nama baik Manajemenn dan Staf Baleo, merugikan orang lain dan Baleo, melanggar kode etik dan peraturan kemitraan Baleo.
  8. Bahwa keterangan di dalam formulir kemitraan ini dibuat dengan sebenar-benarnya, bila keterangan data di dalam formulir kemitraan ini tidak benar dan bertentangan dengan kode etik dan peraturan kemitraan, maka saya bersedia untuk dicabut keanggotaan/kemitraan.
  9. Membebaskan Baleo dari tanggung jawabnya apabila mengalami suatu peristiwa atau keadaan yang terjadi di luar kekuasaan masing-masing yang menyebabkan Baleo tidak dapat melaksanakan kewajibannya berdasarkan akad ini, mencakup antara lain tapi tidak terbatas pada bencana alam, kerusuhan, perubahan terhadap peraturan perundang-undangan, peperangan atau keadaan yang timbul dari atau sebagai akibat perang, baik yang dinyatakan maupun yang tidak, huru hara, tindakan sabotase oleh teroris atau tindak pidana lainnya, makar atau pemberontakan, kebakaran, peledakan, gempa bumi, badai, banjir, letusan gunung berapi, kekeringan atau kondisi cuaca yang luar biasa buruk, kecelakaan atau sebab-sebab lain yang sejenis lain yang terbukti terjadi di luar kebiasaan masing-masing pihak untuk mengendalikan (selanjutnya disebut "Keadaan Memaksa atau Force Majeure").
  10. Apabila dikemudian hari terjadi perselisihan maka sepakat untuk menyelesaikannya secara musyawarah untuk mufakat.
  11. Jika penyelesaian secara musyawarah untuk mufakat ternyata tidak menyelesaikan perselisihan tersebut, maka perselisihan tersebut akan diselesaikan secara hukum yang berlaku di Indonesia, dan oleh karena memilih tempat yang tetap dan sah serta tidak berubah di Kepaniteraan Pengadilan Negeri Salatiga.